Akhir-akhir ini marak pemberitaan tentang aliran sesat di Indonesia antara lain : Al Qiyadah Al Islamiyah, Al Qur'an Suci, Lia Eden dll. Aku si setan putih sebenernya nggak mau ikut-ikutan campur tangan karena juujr aku sendiri nggak banyak tahu tentang agama jadi aku nggak bisa klaim itu benar atau itu salah.Al Qiyadah Al Islamiyah dianggap menyimpang karena mengakui pemimpinnya Ahmad Mushaddeq sebagai rasul Allah. Selain itu, aliran ini juga tidak mewajibkan umatnya menjalankan salat lima waktu, berpuasan, dan ibadah haji. Majelis Ulama Indonesia telah menyatakan Al Qiyadah sebagai aliran sesat.
Namun sebagai newbie islam aku juga berhak untuk ikut komentar tentang "aliran baru" ini, tentu boleh dong, aku hanya akan komentari secara logika saja biarkan para Kyai atau MUI yang menjelaskan padamu secara ilmiah, hehehe. Intinya aku kurang setuju dengan aliran itu karena beberapa hal sebagai berikut :
1. Kalau memang benar Rasul kenapa baru dapat wahyu pada usia yang sudah tua, terus jika sebentar lagi mati gimana? padahalkan ajarannya belum lengkap alias belum semua wahyu turun?
2. Rasul tuh seharusnya idola, siapapun yang melihatnya baik kawan maupun lawan dia akan segan (seperti Muhammad yang bergelar Al Amin sejak remaja), tapi aku gak lihat bahwa dia tuh idola.
3. Aliran ini percaya pada Al Qur'an padahal dalam Al Qur'an tidak pernah disebutkan akan turun nabi atau rasul baru. Yang ada hanya Al Mahdi (manusia bukan rosul) dan Nabi Isa yang diturunkan lagi ke bumi, bukan Ahmad Musadeq yang bergelar Al Masih Al Maw'ud. Jadi secara logika seharusnya dia bukan mengaku menjadi nabi baru melainkan nabi Isa.
4. Aliran ini percaya pada Nabi Muhammad tapi jelas-jelas mengingkari sunnah beliau.
5. Ahmad Musadeq baru-baru ini menyerahkan diri ke polisi, kenapa kalau nabi masak takut sama manusia.
6. Dapat wahyu setelah bertapa di gunung (bogor), bisa saja itu hanya bisikan penghuni gunung itu, karena di tempat sepi semua bisa terjadi, gak percaya coba aja.
Mungkin itu dulu argumenku yang membuatku sudah tidak sepaham dengan apa yang dikatakan si ahmad, jadi maaf ya aku nggak jadi pengikutmu. Lain kali kalo ada hal baru tentang aliran ini aku sambung lagi.

Namun sebagai newbie islam aku juga berhak untuk ikut komentar tentang "aliran baru" ini, tentu boleh dong, aku hanya akan komentari secara logika saja biarkan para Kyai atau MUI yang menjelaskan padamu secara ilmiah, hehehe. Intinya aku kurang setuju dengan aliran itu karena beberapa hal sebagai berikut :
1. Kalau memang benar Rasul kenapa baru dapat wahyu pada usia yang sudah tua, terus jika sebentar lagi mati gimana? padahalkan ajarannya belum lengkap alias belum semua wahyu turun?
2. Rasul tuh seharusnya idola, siapapun yang melihatnya baik kawan maupun lawan dia akan segan (seperti Muhammad yang bergelar Al Amin sejak remaja), tapi aku gak lihat bahwa dia tuh idola.
3. Aliran ini percaya pada Al Qur'an padahal dalam Al Qur'an tidak pernah disebutkan akan turun nabi atau rasul baru. Yang ada hanya Al Mahdi (manusia bukan rosul) dan Nabi Isa yang diturunkan lagi ke bumi, bukan Ahmad Musadeq yang bergelar Al Masih Al Maw'ud. Jadi secara logika seharusnya dia bukan mengaku menjadi nabi baru melainkan nabi Isa.
4. Aliran ini percaya pada Nabi Muhammad tapi jelas-jelas mengingkari sunnah beliau.
5. Ahmad Musadeq baru-baru ini menyerahkan diri ke polisi, kenapa kalau nabi masak takut sama manusia.
6. Dapat wahyu setelah bertapa di gunung (bogor), bisa saja itu hanya bisikan penghuni gunung itu, karena di tempat sepi semua bisa terjadi, gak percaya coba aja.
Mungkin itu dulu argumenku yang membuatku sudah tidak sepaham dengan apa yang dikatakan si ahmad, jadi maaf ya aku nggak jadi pengikutmu. Lain kali kalo ada hal baru tentang aliran ini aku sambung lagi.










2 komentar:
dulu itu siapa namanya?? abdul salam? itu bareng2 tapanya tapi dianya gak konsen jadi malah tidur. jadi tak isengin deh… ku bisikin aja klo dia jadi nabi.. eh malah dia mimpi jadi nabi….
tapi ssst jangan bilang siapa2 ya nanti dia minta uang biaya tapanya kembali repot donk :D
wkwkwkwk.. Gokil
Posting Komentar