Selasa, 30 Oktober 2007

Jadilah diri sendiri, benarkah?

Jadilah diri sendiri dan jangan meniru orang lain karena menurut Samuel Johnson "Tidak pernah ada orang yang menjadi besar karena meniru orang lain". Setujukah Anda dengan pendapat ini ? He..he.. aku sama sekali tidak setuju, e maksudku kita harus lihat dulu bagaimana menirunya, karena masalah ini tidak sesederhana ungkapan tersebut.

Secara naluri jelas orang akan condong untuk meniru orang lain bagaimana cara makan, tidur, mandi, berjalan, berpakaian dll. Hal ini jelas tidak bisa dihindarkan begitu saja. Dibidang Ilmu pengetahuan misalnya, banyak sekali ilmu yang dikembangkan dari hasil pemikirian ilmuwan terdahulu, sehingga menjadi ilmu pengetahuan yang maju seperti sekarang, bahkan hal ini di akui oleh Albert Einstein dimana pencapaiannya adalah berkat ilmuwan terdahulu, jadi siapa bilang "Tidak pernah ada orang yang menjadi besar karena meniru orang lain".

Secara umum kata "meniru" memang sudah dikonotasikan negatif, namun kita tidak bisa serta-merta menyimpulkan seperti pendapat di atas. Contoh lainnya adalah bangsa jepang yang terang-terangan meniru barat dalam perkembangan iptek-nya, sekarang terbukti telah menjadi salah satu macan asia bahkan dunia. Selain itu sebut saja Cina/tiongkok, banyak produk motornya meniru jepang, namun justru kesuksesan besar mereka dapat secara mengejutkan.

Sebagai seorang muslim, kami juga diperintahkan untuk meniru akhlaq dari Rosulullah Muhammad saw. karena beliaulah orang yang paling sempurna akhlaqnya sesuai dengan Al Qur'an.

Jadi, kesimpulannya adalah apa tujuan kita meniru, kalau untuk kebaikan OK. kepada siapa kita meniru, kalau kepada yang lebih dari kita OK, bagaimana kita meniru, kalau dengan bijaksana OK. dsb. Mudah mudahan tulisan ini bermanfaat.

Tidak ada komentar: